Rabu, 23 Mei 2012

URAIAN

 Latihan soal Matematika SMP kelas 9  untuk menghadapi Ujian sekolah ujian nasional (unas) dan try out


1. Tentukan pasangan bangun berikut kongruen atau tidak, dan tentukan alasannya.
 a. Dua buah persegi
b. Sepasang segitiga sama sisi
c. Sepasang segitiga sama kaki
d. Sepasang lingkaran
e. Sepasang persegi panjang


2. Diberikan segitiga siku-siku dengan ukuran sisi siku-siku berikut ini.
Berikan kesimpulan kalian.
a. 6 cm dan 8 cm serta 3 cm dan 5 cm
b. 9 cm dan 15 cm serta 24 cm dan 18 cm.

3. Dalam Δ KLM dan Δ XYZ, diketahui KL = 10 cm, LM = 16 cm, KM = 12 cm, YZ = 24 cm, XY = 15 cm, dan YZ = 18 cm. Mengapa kedua segitiga itu sebangun? Sebutkan pasangan-pasangan sudut yang sama besar.
 
4. Diketahui Δ KLM dan Δ XYZ dengan ∠ Κ = ∠ Z, ∠ M = ∠ Y, KL = 10 cm, KM = 12 cm, XZ = 15 cm dan XY = 24 cm.
a. Gambarlah kedua segitiga itu. Apakah keduanya sebangun?
b. Tulis perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian.
 c. Carilah panjang sisi ML dan YZ.

5. Gambar sebuah rumah diketahui tinggi pintu 3,5 cm, sedangkan tinggi pintu sebenarnya adalah 2,1 m. Berapakah skala pada gambar tersebut?

6. Diketahui persegi ABCD panjang sisi 8 cm. Titik Q terletak di dalam persegi sehingga Δ ABQ dengan sama kaki dan ∠ QAB = 150o. Hitunglah panjang QC.

7. Kios yang tingginya 3 m pada suatu foto tampak setinggi 5,4 cm dan lebar 7,2 cm. Tentukan lebar kios sebenarnya.
 10. Tinggi Pak Ali 175 cm. Pada suatu siang Pak Ali berdiri di halaman.
Karena sinar matahari, bayangan Pak Ali 12 cm. Jika di samping Pak Ali ada tongkat yang panjangnya 23 cm, berapakah panjang bayangan tongkat tersebut?

8. Selidiki apakah segitiga-segitiga dengan ukuran di bawah ini sebangun dengan segitiga yang sisi-sisinya 10 cm, 8 cm, dan 6 cm.
a. 15 cm, 20 cm, dan 25 cm
b. 24 cm, 32 cm, dan 40 cm
c. 9 cm, 12 cm, dan 14 cm

9. Diketahui Δ ABC dan Δ PQR sebangun dengan ∠ A = 31o, ∠ B = 112o, ∠ P = 37o dan ∠ Q = 31o.
a. Tentukan ∠ C dan ∠ R.
b. Apakah Δ ABC ~ Δ PQR? Jelaskan.
c. Pasangan sisi-sisi mana yang sebanding?

10. Diberikan trapesium ABCD mempunyai sisi AB // CD. Diagonal-diagonalnya berpotongan di E.
 a. Buktikan bahwa Δ ABE ~ Δ CED.
b. Jika AB = 25 cm dan CD = 17 cm, tentukan AE : EC.

11. Sebuah gedung mempunyai bayangan 75 m di atas rumah permukaan tanah, sedangkan sebatang pohon, tingginya 9 m mempunyai bayangan 15 m. Tentukan tinggi gedung tersebut.

12. Tepi sebuah jendela mempunyai ukuran 100 cm dan lebar 70 cm. Jika tepi luar dan dalam jendela sebangun dan diketahui panjang tepi dalam jendela 135 cm, berapa lebar tepi dalam jendela?
13. Sebuah tiang listrik terkena sinar matahari sehingga terbentuk bayangan.
 Tiang tersebut diberi kawat dengan jarak 2,5 m dan membentuk bayangan 1,75 m. Berapa tinggi tiang listrik jika bayangan yang terbentuk 3,25 m?

14. Seorang anak yang tingginya 1,4 m berdiri pada jarak 6 m dari tiang lampu.
 Jika panjang bayangan anak itu oleh sinar lampu adalah 4 m, berapakah tinggi tiang lampu sebenarnya?

16. Diketahui panjang apotema sebuah kerucut 10 cm dan jari-jari alasnya 6 cm. Hitunglah luas sisi kerucut.
17. Jari-jari alas suatu kerucut 7 cm dan tingginya 32 cm. Hitunglah luas permukaan kerucut

18. Suatu kerucut dibentuk dari selembar seng yang berbentuk setengah lingkaran yang berdiameter 14 m. Hitunglah:
a. jari-jari alas,
b. tinggi kerucut.

19. Nasi tumpeng dengan tinggi 40 cm dan jari-jari alas 10 cm di potong ujung atasnya setinggi 8 cm dengan volume 150 cm3. Hitunglah:
 a. Luas minyak yang digunakan untuk melapisi tumpeng setelah dipotong.
b. Volume tumpeng setelah dipotong.

20. Suatu kerucut dengan tinggi t dan jari-jari r, terpancung pada tinggi t 1/4 dari puncak kerucut. Tentukan perbandingan volume kerucut dengan tinggi t, volume kerucut kecil, dan volume kerucut terpancung. Apa yang dapat kalian simpulkan?

Sabtu, 30 Oktober 2010

Soal Persiapan UN Matematika SMP th 2010

Soal Matematika SMP Persiapan UN 2010

Penyaji : Nurinsa SPd 

October 24, 2010 · Posted in matematika smp 
Awalnya blog ini saya buat untuk menyediakan soal-soal Matematika bagi siswa SD dan SMA saja. Tetapi setelah banyak yang memberi masukan dan komentar, maka blog ini akan menyediakan juga soal-soal Matematika untuk SMP, terutama untuk persiapan Ujian Nasional 2010. Beberapa alasan mengapa saya tidak banyak memberikan soal Matematika untuk SMP adalah:
1. Sebagian besar siswa SMP dapat melalui UN dengan mudah. Bandingkan dengan siswa SMA. Jumlah yang tidak lulus jauh lebih besar siswa SMA dibandingkan dengan SMP.
2. Jumlah mata pelajaran yang diujikan lebih sedikit daripada SMA.
3. Siswa SMA lebih membutuhkan untuk persiapan UN sekaligus SNMPTN, seleksi PT dll.
Namun dengan hal di atas bukan berarti saya meremehkan soal Matematika SMP. Semuanya tetap akan saya posting, baik itu SD, SMP dan SMA. Tinggal menunggu saja. Harap bersabar.
Download soal persiapan UN SMP tahun 2010 ?
Bagi Anda pendatang baru silahkan tentukan pilihan Anda hari ini:
1. Free Member.

Kami tunggu konfirmasi dari Anda.
Nah, kali ini saya akan mengupload soal persiapan Ujian Nasional (UN) untuk SMP tahun 2010.
Klik disini untuk Free Member

Klik disini untuk soal-soal Matematika lainnya

Kamis, 07 Oktober 2010

Soal Matematika Seleksi ke JEPANG

Soal Matematika Seleksi ke Jepang

September 7, 2010 · Posted in Matematika · 8 Comments 
Berapakah jawaban Anda ?

Read more

Soal Matematika Tes Seleksi Beasiswa

September 7, 2010 · Posted in Matematika · 4 Comments 
Berikut ini soal-soal yang berhasil saya kumpulkan berkaitan dengan tes seleksi untuk mendapatkan beasiswa ke luar negri. Jika Anda ingin melihat pembahasannya, silahkan klik disini dan tunggu info terbaru dari blog ini.
Soal Mat.1
Soal Mat.2
Soal Mat.3
Soal Mat.4

Minggu, 23 Mei 2010

Opini UN Matematika


Buta Matematika dan Ujian Nasional

08 May 2010
Ahmad Rizali, pendiri ikatan guru indonesia
Dalam era pemerintah sekarang, bangsa Indonesia selalu dibuat gembira oleh bertaburnya prestasi medali emas dan perak murid SMP dan SMA dalam berbagai olimpiade sains dan matematika tingkat dunia, baik dalam kategori teori maupun praktek. Saking bangganya, foto para pemenang dipajang di lobi kantor Kementerian Pendidikan Nasional, dan histeria itu mendorong sekolah di seantero Nusantara berlomba melatih murid-muridnya agar lulus seleksi nasional olimpiade.
               Namun benarkah prestasi segelintir murid yang berhasil membentuk persepsi publik bahwa ternyata murid sekolah di Indonesia itu cerdas telah mewakili tingkat penguasaan matematika murid kita?Ternyata tidak. Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2007 melaporkan bahwa 48 persen murid setingkat SMP di Indonesia buta matematika. Jika buta huruf berarti tidak mengerti huruf latin dan cara memakainya, buta matematika adalah tidak paham tentang angka atau bilangan dan desimal, tidak paham operasi kali-bagi-tambah-kurang atau ping-poro-lan-sudo (bahasa Jawa), dan tidak paham membaca grafik sederhana.

Dari 52 persen murid yang melek matematika, lebih dari setengahnya (55,7 persen) hanya melek tingkat dasar, yang hanya paham tentang bilangan dan desimal, operasi ping-poro-lan-sudo, dan grafik sederhana. Bandingkan dengan di Malaysia, yang sudah 82 persen murid melek matematika dan hanya 15 persen darinya tertinggal di tingkat dasar, yang belum mampu menggunakan pemahaman terse-. but dalam keseharian. Angka itu jauh di bawah rerata internasional, yang hanya 25 persen murid buta matematika dengan 61 persen dari mereka melek dan mampu menguasai tingkat dasar.
Tidak usahlah kita bandingkan dengan kemampuan murid di Republik Korea Selatan, yang hanya 2 persen buta matematika. Dan ketika dibandingkan dengan Bosnia Herzegovina, sebuah negeri yang pernah dilanda perang etnik, kondisi Indonesia pun terlihat lebih buruk. Di sana hanya 23 persen murid buta matematika, dan 31 persen dari yang melek berada di tingkat dasar.
TTMSS 2007 juga mencatat bahwa murid Indonesia yang mampu menggunakan pemahaman matematikanya untuk menyelesaikan persoalan yang perlu beberapa langkah rumit (high order thinking) hanya kurang dari 1 persen, di bawah rerata internasional yang sekitar 2 persen. Bandingkan dengan murid Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura yang di atas 40 persen.
Ada yang salah Tingkat buta matematika di Indonesia pun ternyata meningkat. Pada 1999 masih bercokol di angka 50 persen, pada 2003 turun menjadi 45 persen, tapi pada 2007 meningkat lagi menjadi 48 persen. Sementara itu, mereka yang memiliki kemampuan tertinggi melorot dari 2 persen pada 1999 menjadi hanya kurang dari 1 persen pada 2007.
Sungguh naif jika otoritas pengambil kebijakan pendidikan Indonesia tidak mengetahui gambaran sangat suram tentang kegagalan pendidikan matematika ini, dan sungguh mencengangkan, pemerintah tidak pernah memaparkan masalah serius ini secara terbuka kepada publik pembayar pajak, namun langsung memaksa sekolah untuk menjalankan ujian nasional (UN) mulai jenjang SDhingga SLTA dan menaikkan batas nilai kelulusan setiap tahun dengan dalih menaikkan mutu pendidikan.
Gembar-gembor prestasi olimpiade matematika dan sains boleh jadi merupakan upaya menutupi kegagalan pendidikan matematika yang meluas tersebut. Secara alamiah, murid sangat pandai akan eksis di mana pun, termasuk di Indonesia yang tingkat melek matematikanya rendah. Meskipun jumlahnya sangat sedikit, jika mereka dilatih intensif tentu akan berhasil. Sementara itu, murid yang sangat bodoh juga berjumlah sangat sedikit, sehingga jika ada kebutaan matematika sebanyak hampir setengah dari populasi, tentu dapat disimpulkan bahwa ada yang salah dalam pendidikan di negeri ini.
Meskipun pemerintah yakin bahwa UN dapat meningkatkan mutu pendidikan, artinya UN matematika dapat meningkatkan mutu penguasaan matematika murid. Sehingga, saat persentase kelulusan mata pelajaran matema-.tika di UN SMP naik, bahkan ketika batas kelulusannya dinaikkan, belum tentu secara otomatis tingkat melek matematika kita membaik pula. Sebab, UN jenjang SMP kita memiliki model soal yang berbeda dengan soal TIMSS-2007, sehingga hasil UN Indonesia tidak bisa dibandingkan setara dengan hasil uji TTMSS-2007.
Mutu gum
Matematika dianggap sebagai bahasa universal untuk memahami ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagai alat utama untuk berpikir dan bernalar. Sehingga, di negara mana pun, pelajaran matematika di tingkat pendidikan dasar memperoleh porsi paling besar. Di Indonesia, pelajaran matematika
SMP diberi porsi 4 jam dari 32 total jam pelajaran per pekan, bahkan di SD diberikan selama 5 jam pelajaran per pekan (lebih dari 15 persen dari mata pelajaran yang diberikan). Dengan porsi sebanyak itu, sudah seharusnya sekolah tidak gagal mendidik muridnya melek matematika.

Kegagalan tersebut mungkin akibat lemahnya penguasaan guru atas Sahan ajar matematika dan cara penyampaian yang kurang menarik di kelas. Akibatnya, pelajaran matematika menjadi momok dan sangat membosankan, bahkan untuk murid pintar sekali-. pun. Hal itu terbukti, lebih dari 50 persen guru kelas di SD dan sekitar 50 persen guru matematika SMP tidak layak mengajar, meskipun tingkat pendidikan formal mereka tidak ekstrem lebih rendah dibanding di Malaysia (TIMSS-2007).
Untuk menaikkan angka melek matematika, pemerintah, selain harus mati matian memperbaiki mutu guru ketika mahasiswa (pre-service) dan saat mengajar (in-service), harus pula membenahi sarana dan prasarana pendidikan dasar hingga memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) di seluruh pelosok Nusantara. Soal UN pun harus dibuat selaras dengan soal TIMSS yang lebih mengutamakan penguasaan tuntas konsep dasar matematika, karena soal UN saat ini hanya mendorong penyerapan tuntas materi yang terlalu banyak dan memicu murid untuk menghafal.
Jika upaya perbaikan yang konsisten dan berjangka panjang itu dikerjakan oleh pemerintahan yang berperilaku seperti pecundang, jangan berharap mutu pendidikan akan membaik, dan alangkah buruknya nasib dan masa depan anak negeri yang bercita-cita mencerdaskan bangsa ini.

Minggu, 13 Desember 2009

Latihan IX - UNAS th 1997


Klik Gambar Untuk Jawab....!!!!








 



Kumpulan Soal Ujian Negara matematika yang kami kumpulkan bagi pelajar SMP di Blora
semoga soal ujian Matematika ini berguna untuk latihan soal UNAS/UAN siswa SMP se Indonesia 

Sabtu, 21 November 2009

Latihan VIII

Klik Gambar Untuk JAWAB . . . !!!